FAKTOR KEKALAHAN DI BUKIT JALIL

Walaupun tidak juara tetapi mempunyai jiwa sportifitas yang tinggi dan fair play, itulah juara sejati,

Memang pada debut piala aff Suzuki cup 2010 Indonesia dengan record yang sangat gemilang hingga pada babak final dengan menyandang tim yang selalu menang dengan angka yang fantastik, tidak sertamerta menjadikan Indonesia otomatis menjadi juara, terbukti pada putaran Final Indonesia gagal keluar sebagai juara, tetapi belajar dari pengalaman kali ini, banyak hal yang dapat kita petik dari kejadia ini diantaranya :

  1. Kemungkinan besar peluang semakin terbuka lebar untuk menjadi juara, hal ini lah yang memicu banyaknya politisasi dalam dunia sepak bola Indonesia, baru saja lolos ke babak final sudsah membuat para actor politik di tanah air ini yang ingin mendompleng keberhasilan timnas kita, dengan banyaknya undangan sana sisini yang tentunya saja banyak menguras konsentrasi dan tenaga para pemain yang seharusnya masih masuk dalam waktu karantina menjelang laga final.
  2. Dalam hal ini sangat jelas keterlibatan PSSI dalam hal ini, seharusnya badan persepakbolaan Indonesia ini melindungi Timnas kita darisegala macam gangguan dalam masa karantina agar supaya para pemain dapat mengkonsentrasikan tenaga dan pikirannya menjelang laga final tetapi justru malah sebaliknya menjadi perong-rong pelatih Timnas Indonesia agar supaya pelatih memberikan izin kepada para pemain untuk menghadiri undangan inilah dan itulah…. Lucunya Negara ini…..
  3. Andil daripada negara tuan rumah yang mencoba menjatuhkan mental bertanding maupun menguras tenaga para pemain Timnas dengan ketidak tepatan jadwal penjemputan Timnas kita setiba di Negara mereka dengan mendilay kedatangan bus yang hendak menjemput Timnas dari bandara dan lain lain….
  4. Sikap yang tidak sportif dari para pemain maupun penonoton di bukit jalil yang selalu menggunakan laser dan petasan yang dilemparkan atau diarahkan kearah para pemain Timnas Indonesia sehingga sangat mengganggu konsentrasi para pemain kita bahkan sangat membahayakan kesehatan jiwa maupun fisik para pemain. Sehingga berbuntut pada penurunan konsentrasi yang drastic dari para pemain Timnas Indonesia.

Alhasil  Indonesia kalah 0-3 dari Malaysia pada putaran  pertama, memang mereka menang secara scor tetapi itulah situasi pertandingan yang sangat buruk sepanjang sejarah sepak bula di ASIA.

Hal yang sangat memalukan bagi suatu Negara yang katanya berjiwa besar tetapi dalam kenyataannya adalah pengecut yang takut kalah lalu kemudian ia menghalalkan segala cara untuk memenagkan pertandingan.

Apalah arti kemenangan yang didapat dengan cara yang tidak terpuji…..?  alangkah lucunya Negara itu……

2 thoughts on “FAKTOR KEKALAHAN DI BUKIT JALIL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s