PHP with MY SQL

PHP with MY SQL

(KAMPP)

Mau punya web sendiri ?, kini anda tidak perlu repot-repot lagi, berkat kecanggihan teknologi saat ini hanya dengan 1 paket saja anda sudah memiliki semua soft ware yang anda butuhkan, dan yang pastinya tidak perlu takut lagi akan biaya yang besar karena program ini bersifat open source alias gratis

Dia adalah XAMPP.

  1. A. PENGERTIAN XAMPP.

kepanjangan dari XAMPP yaiut Apache, PHP, MySQL dan phpMyAdmin.

XAMPP merupakan tool yang menyediakan paket perangkat lunak ke dalam satu buah paket. Dengan menginstall XAMPP maka tidak perlu lagi melakukan instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP dan MySQL secara manual. XAMPP akan menginstalasi dan mengkonfigurasikannya secara otomatis untuk anda atau auto konfigurasi. Versi XAMPP yang ada saat ini adalah Versi 1.4.14 atau yang terbarunya anda bisa download pada http://www.apachefriends.org/en/xampp-window.html.

Software XAMPP versi ini terdiri atas:

a. Apache versi 2.0.54

b. MySQL versi 4.1.12

c. PHP versi 5.0.4

d. phpMyAdmin versi 2.6.2-p11 dan lain-lain

web server tersebut mari kita mengenalnya lebih dekat satu per satu .

1. Mengenai APACHE

Apache sudah berkembang sejak versi pertamanya. Sampai saat ditulisnya artikel ini versi terakhirnya yang ada yaitu Apache ver 2.0.54. Apache bersifat open source, artinya setiap orang boleh menggunakannya, mengambil dan bahkan mengubah kode programnya.

Tugas utama apache adalah menghasilkan halaman web yang benar kepada peminta, berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh pembuat halaman web. Jika diperlukan juga berdasarkan kode PHP yang dituliskan, maka dapat saja suatu database diakses terlebih dahulu (misalnya dalam MySQL) untuk mendukung halaman web yang dihasilkan.

2. Mengenai PHP

Bahasa pemrograman PHP merupakan bahasa pemrograman untuk mebuat web yang bersifat server-side scripting. PHP memungkinkan kita untuk membuat halaman web yang bersifat dinamis. PHP dapat dijalankan pada berbagai macam Operating System (OS), misalnya Windows, Linux dan Mac OS. Selain Apache, PHP juga mendukung beberapa web server lain, misalnya Microsoft IIS, Caudium, PWS dan lain-lain.

Seperti pernah disinggung sebelumnya bahwa PHP dapat memanfaatkan database untuk menghasilkan halaman web yang dinamis. Sistem manajemen database yang sering digunakan bersama PHP adalah MySQL. Namun PHP juga mendukung system manajemen Database Oracle, Microsoft Acces, Interbase, d-Base, PostgreSQL dan sebagainya.

Hingga kini PHP sudah berkembang hingga versi ke 5. PHP 5 mendukung penuh Object Oriented Programing(OOP), integrasi XML, mendukung semua ekstensi terbaru MySQL, pengembangan web services dengan SOAP dan REST, serta ratusan peningkatan kemampuan lainnya dibandingkan dengan versi sebelumnya. Sama dengan web server lainnya PHP juga bersifat open source sehingga setiap orang dapat menggunakannya dengan gratis.

3. Mengenai MySQL

Pperkembangannya disebut SQL yang merupakan kepanjangan dari Structured Query Language. SQL merupakan bahasa terstruktur yang khusus digunakan untuk mengolah database. SQL pertama kali didefinisikan oleh American National Standards Institute (ANSI) pada tahun 1986. MySQL adalah sebuah sistem manajemen database yang bersifat open source. MySQL adalah pasangan serasi dari PHP. MySQL dibuat dan dikembangkan oleh MySQL AB yang berada di Swedia.

MySQL dapat digunakan untuk membuat dan mengola database beserta isinya. Kita dapat memanfaatkan MySQL untuk menambahkan, mengubah dan menghapus data yang berada dalam database. MySQL merupakan sisitem manajemen database yang bersifat at relational. Artinya data-data yang dikelola dalam database akan diletakkan pada beberapa tabel yang terpisah sehingga manipulasi data akan menjadi jauh lebih cepat.

MySQL dapat digunakan untuk mengelola database mulai dari yang kecil sampai dengan yang sangat besar. MySQL juga dapat menjalankan perintah-perintah Structured Query Language (SQL) untuk mengelola database-database yang ada di dalamnya. Hingga kini, MySQL sudah berkembang hingga versi 5. MySQL 5 sudah mendukung trigger untuk memudahkan pengelolaan tabel dalam database.\

4. Mengenai PHPMyAdmin

Pengelolaan database dengan MYSQL harus dilakukan dengan mengetikkan baris-baris perintah yang sesuai (command line) untuk setiap maksud tertentu. Jika anda ingin membuat database, ketikkan baris perintah yang sesuai untuk membuat database. Jika kita ingin menghapus tabel, ketikkan baris perintah yang sesuai untuk menghapus tabel. Hal tersebut tentu cukup menyulitkan karena kita harus hafal dan mengetikkan perintahnya satu persatu.

Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola data base dalam MySQL, salah satunya adalah phpMyAdmin. Dengan phpMyAdmin kita dapat membuat tabel, mengisi data dan lain-lain dengan mudah tanpa harus hafal perintahnya. Untuk mengaktifkan phpMyAdmin langkah-langkahnya adalah : yang pertama setelah XAMP kita terinstall, kita harus mengaktifkan web server Apache dan MySQL dari control panel XAMPP. Yang kedua, jalankan browser kesayangan Anda (IE, Mozilla Firefox atau Opera) lalu ketikkan alamat web berikut : http://localhost/phpmyadmin/ pada address bar lalu tekan Enter. Langkah ketiga apabila telah nampak interface (tampilan antar muka) phpMyAdmin anda bisa memulainya dengan mengetikkan nama database, nama tabel dan seterusnya.

  1. B. PENGGUNAAN

Nah setelah anda paham dan mengerti pengertiannya, maka pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah bagaimana menggunakannya, betul…!

P singkatan dari PHP Hypertext Preprocessor yang digunakan secara luas sebagai bahasa scripting khususnya untuk pengembangan aplikasi web sebab dapat disisipkan ke dalam HTML. PHP merupakan aplikasi bebas (Open Source Software).

1: Script PHP pertama

<html>

<head>

<title>Contoh</title>

</head>

<body>

<?php

echo “Aku sekarang bisa PHP!”;

?>

</body>

</html>

1.2 Apa yang dibutuhkan?

Untuk menjalankan skrip PHP, kita membutuhkan Web server seperti Apache (http://httpd.apache.org) dan sudah barang tentu PHP (http://www.php.net). Untuk konektivitas dengan database bisa digunakan MySQL (http://www.mysql.com) atau PostgreSQL (http://www.postgresql.org).

1.3 Apa itu MySQL?

MySQL adalah sebuah server buatan T.c.X DataKonsultAB, Swedia. MySQL didesain untuk dapat berjalan sampai 100 akses secara simultan dan bekerja secara cepat sehingga cocok untuk aplikasi web/internet yang membutuhkan kecepatan tinggi untuk pemrosesan dan penyimpanan data. MySQL mampu berjalan pada database sampai 100 GB, cukup menakjubkan untuk sebuah software gratis dan bebas (free).

2. Instalasi

Langkah awal adalah dengan mendownload semua aplikasi yang dibutuhkan di situsnya masing-masing. Gunakan versi terakhir dan stabil. Setelah itu instal dengan menggunakan installer atau hanya diekstrak (jika berbentuk file zip).

Instalasi Apache dapat digunakan installer yang tersedia. Jika diinstal di Windows XP, Apache akan langsung terkonfigurasi secara otomatis sebagai service, begitu pula dengan MySQL.

Ada dua cara menginstal PHP di sistem windows yaitu dengan cara manual atau dengan menggunakan InstallShield installer.

Windows InstallShield

Instaler Windows PHP dapat didownload di http://www.php.net/downloads.php, berupa versi CGI dan dapat mengkonfigurasi IIS, PWS, and Xitami.

Installer akan memperoleh informasi yang cukup untuk membuat file php.inidan mengkonfigurasi web server untuk menggunakan PHP. Cukup dengan menjalankan installer, PHP akan terinstal di komputer Anda. Setelah menginstal, restart Windows Anda.

Instalasi Manual

PHP 4 untuk Windows ada dua yaitu CGI executable (php.exe), dan beberapa modul SAPI (misalnya: php4isapi.dll).

Untuk menginstal, caranya yaitu meng-unzip file php-VERSION.zip (VERSION merujuk pada versi php yang digunakan, misalnya versi 4.3.0), tempatkan di direktori C:\sebagai contoh awal. Setelah itu salin file php4ts.dll ke windows/system (Windows 9x/Me) atau winnt/system32 (for Windows NT/2000/XP) dan timpa file yang sudah ada lalu edit file httpd.conf milik Apache

*

Untuk versi CGI:

Sisipkan baris berikut ini:

ScriptAlias /php/ “c:/php/”

AddType application/x-httpd-php .php

Action application/x-httpd-php “/php/php.exe”

*

Untuk versi SAPI

Sisipkan baris berikut:

LoadModule php4_module c:/php/sapi/php4apache.dll

AddModule mod_php4.c

AddType application/x-httpd-php .php

3. Administrasi MySQL

Setelah berhasil menginstal semua paket, tiba saatnya untuk mengadministrasi server MySQL.

Pertama, ubah password root dengan perintah:

# mysqladmin -u root password “passwdKU”

Kedua, membuat database untuk latihan

# mysqladmin -u root -p create latihan

Masukkan password root yang diminta

Ketiga, membuat user biasa untuk keperluan aplikasi, jangan memakai user root!

# mysql -u root -p

Enter password:

Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.

Your MySQL connection id is 3 to server version: 4.0.13

Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.

mysql>

Gunakan database mysql untuk keperluan administrasi

mysql> use mysql

Database changed

Lihat tabel pada database mysql

mysql> show tables;

+—————–+

| Tables_in_mysql |

+—————–+

| columns_priv |

| db |

| func |

| host |

| tables_priv |

| user |

+—————–+

6 rows in set (0.14 sec)

Lihat field-field pada table user (berbeda tiap versi MySQL)

mysql> show fields from user from mysql;

+———————–+———————————–+——+—–+———+——-+

| Field | Type | Null | Key | Default | Extra |

+———————–+———————————–+——+—–+———+——-+

| Host | varchar(60) binary | | PRI | | |

| User | varchar(16) binary | | PRI | | |

| Password | varchar(16) binary | | | | |

| Select_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Insert_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Update_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Delete_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Create_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Drop_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Reload_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Shutdown_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Process_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| File_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Grant_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| References_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Index_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Alter_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Show_db_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Super_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Create_tmp_table_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Lock_tables_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Execute_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Repl_slave_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| Repl_client_priv | enum(‘N’,’Y’) | | | N | |

| ssl_type | enum(”,’ANY’,’X509′,’SPECIFIED’) | | | | |

| ssl_cipher | blob | | | | |

| x509_issuer | blob | | | | |

| x509_subject | blob | | | | |

| max_questions | int(11) unsigned | | | 0 | |

| max_updates | int(11) unsigned | | | 0 | |

| max_connections | int(11) unsigned | | | 0 | |

+———————–+———————————–+——+—–+———+——-+

31 rows in set (0.00 sec)

Masukkan user baru:

mysql> insert into user values (“localhost”, “latihan”,password(“latihan”),’y’,’y’,’y’,’y’,’y’,’n’,’n’,’n’,’n’,’n’,’n’,’y’,’y’,’y’,’n’,’n’,’y’,’y’,’n’,’n’,’n’,”,”,”,”,’100′,’100′,’100′);

Query OK, 1 row affected (0.22 sec)

Keluar dari MySQL,

mysql> quit

lalu reload server MySQL

# mysqladmin -u root -p reload

masukkan password yang diminta, setelah coba login dengan user yang telah dibuat.

4. Mengenal Variabel, Konstanta dan Array

4.1 Variabel

Variabel dalam PHP dimulai dengan tanda dollar ($).

Contoh 1: Mendefinisikan variabel

<?php

$var = “Bob”;

$Var = “Joe”;

echo “$var, $Var”; // menampilkan “Bob, Joe”

$4site = ‘not yet’; // salah; dimulai dari angka

$_4site = ‘not yet’; // benar; dimulai dengan underscore

$täyte = ‘mansikka’; // benar; karakter ‘ä’ adalah ASCII 228.

?>

Selain dapat didefinisikan, PHP menyediakan variabel yang telah tersedia (built-in) dan biasa disebut PHP superglobal, variabel-variabel tersebut yaitu:

$GLOBALS

Berisi semua variabel yang tersedia pada skrip

$_SERVER

Variable-variabel yang diset oleh web server sama dengan array $HTTP_SERVER_VARS (tetap ada namun akan ditinggalkan).

$_GET

Variable-variabel yang disediakan oleh skrip melalui HTTP GET sama dengan array $HTTP_GET_VARS (tetap ada namun akan ditinggalkan)

$_POST

Variable-variabel yang disediakan oleh skrip melalui HTTP POST sama dengan array $HTTP_POST_VARS (tetap ada namun akan ditinggalkan)

$_COOKIE

Variable-variabel yang disediakan oleh skrip melalui HTTP cookies sama dengan array $HTTP_COOKIE_VARS (tetap ada namun akan ditinggalkan).

$_FILES

Variable-variabel yang disediakan oleh skrip melalui HTTP post file uploads. Sama dengan array $HTTP_POST_FILES

$_ENV

Variable-variabel yang disediakan oleh skrip melalui environment. Sama dengan array $HTTP_ENV_VARS

$_REQUEST

Variable-variabel yang disediakan skrip melalui input user.

$_SESSION

ariable-variabel yang sedang terdaftar pada session skrip, sama dengan array $HTTP_SESSION_VARS.

4.2 Konstanta

Konstanta adalah identifier (nama) untuk nilai sederhana. Konstanta berbeda dengan variabel dimana nilai-nilainya dapat berubah saat eksekusi skrip

Contoh 2: Mendefinisikan konstanta

<?php

define(“CONSTANT”, “Hello world.”);

echo CONSTANT; // menghasilkan “Hello world.”

echo Constant; // menghasilkan “Constant” dan memunculkan pesan peringatan.

?>

Beberapa konstanta yang sudah ada dalam PHP (predefined contants):

Nama

Deskripsi

__LINE__

Baris dalam file yang sedang dieksekusi

__FILE__

Path lengkap serta nama file

__FUNCTION__

Nama fungsi. Konstanta ini ditambahkan sejak PHP 4.3.0

__CLASS__

Nama class. Konstanta ini ditambahkan sejak PHP 4.3.0

4.3 Array

Array merupakan variabel majemuk dimana satu variabel dapat berisi beberapa nilai. Nilai-nilai dalam array ditandai dengan indeks. Indeks dimulai dengan angka 0 (nol).

Contoh 3: mendefinisikan array buah_buahan lalu memprint salah satunya

<?php

$buah_buahan = array (“mangga”, “pisang”, “jambu”, “duku”, “durian”);

// mencetak hanya pisang saja

echo $buah_buahan[1];

// memprint semua isi variabel dengan fungsi foreach

foreach ($buah_buahan as $buah) {

echo $buah . “<br>”;

}

?>

4.4. Contoh sederhana skrip PHP

Contoh 4: mencek browser yang digunakan user

<?php echo $_SERVER[“HTTP_USER_AGENT”]; ?>

Contoh hasil output skrip di atas

Mozilla/5.0 (X11; U; Linux i686; en-US; rv:1.5) Gecko/20040413 Epiphany/1.2.4

Contoh 5: Menampilkan variabel-variabel yang didefinisikan oleh PHP

<?php phpinfo(); ?>

Contoh 6: Menggunakan fungsi dan struktur kontrol

<?php

if (strstr($_SERVER[“HTTP_USER_AGENT”], “MSIE”)) {

echo “Kamu menggunakan Internet Explorer”;

}

?>

Output:

Kamu menggunakan Internet Explorer

Contoh 7: Menggunakan fungsi perulangan

Memakai fungsi for

<?php

for ($i = 0; $i < 7; $i++) {

echo “Aku belajar PHP!<br>”;

echo “Ini pakai fungsi for”;

}

?>

Memakai fungsi while

<?php

$i = 0;

for (while $i < 7) {

echo “Aku belajar PHP!<br>”;

echo “Ini pakai fungsi while”;

$i++;

}

?>

Contoh 8: Menggabung HTML dan mode PHP

<?php

if (strstr($_SERVER[“HTTP_USER_AGENT”], “MSIE”)) {

?>

<h3>strstr mengembalikan nilai true</h3>

<center><b>Anda menggunakan Internet Explorer</b></center>

<?php

} else {

?>

<h3>strstr mengembalikan nilai false</h3>

<center><b>Anda tidak menggunakan Internet Explorer</b></center>

<?php

}

?>

Output:

strstr mengembalikan nilai false

Anda tidak menggunakan Internet Explorer

5. Fungsi-fungsi PHP yang Sering Digunakan

5.1 Fungsi String

Fungsi string adalah fungsi yang mengolah kata atau huruf. Fungsi-fungsi tersebut sebagai berikut:

  1. addslashes(string) : menambahkan tanda slash (/) jika mengandung karakter tanda petik satu (‘), tanda petik dua (“) dan backslash (\).

Contoh:

<?php

$str = “Is your name O’reilly?”;

// Outputs: Is your name O\’reilly?

echo addslashes($str);

?>

  1. explode(separator, string): menampilkan array dari sebuah string dengan cara memilah kalimat berdasarkan separator yang diberikan.

Contoh:

<?php

// Contoh 1

$pizza = “piece1 piece2 piece3 piece4 piece5 piece6″;

$pieces = explode(” “, $pizza);

echo $pieces[0]; // piece1

echo $pieces[1]; // piece2

// Contoh 2

$data = “foo:*:1023:1000::/home/foo:/bin/sh”;

list($user, $pass, $uid, $gid, $gecos, $home, $shell) = explode(“:”, $data);

echo $user; // foo

echo $pass; // *

?>

  1. htmlentities(string): mengkonversi bentuk html ke dalam bentuk entiti html.

Contoh:

<?php

$str = “A ‘quote’ is <b>bold</b>”;

// Outputs: A ‘quote’ is &lt;b&gt;bold&lt;/b&gt;

echo htmlentities($str);

?>

  1. ltrim(string), rtrim(string), trim(string): masing-masing menghapus karakter kosong di sebelah kiri, disebelah kanan dan di sebelah kiri dan kanan.

Contoh:

<?php

$text = “\t\tThese are a few words🙂 … “;

$trimmed = ltrim($text);

// $trimmed = “These are a few words🙂 … ”

$trimmed = ltrim($text, ” \t.”);

$trimmed = rtrim($text);

// $trimmed = “\t\tThese are a few words🙂 …”

echo trim($text); // “These are a few words🙂 …”

echo trim($text, ” \t.”); // “These are a few words :)”

?>

  1. md5(string): menghitung hasil md5 dari sebuah karakter

Contoh:

<?php

$str = ‘apple’;

if (md5($str) === ‘1f3870be274f6c49b3e31a0c6728957f’) {

echo “Would you like a green or red apple?”;

exit;

}

?>

  1. nl2br(string): mengkonversi baris baru menjadi kode html <br>

Contoh:

<?php

echo nl2br(“foo isn’t\n bar”);

?>

Outputnya akan menjadi:

foo isn’t<br />

bar

7.  print(string), echo(string): sama-sama berfungsi mencetak teks ke browser

8.  str_str(string_kalimat, string_kata_yang_dicari): mencocokkan kata yang dicari dengan yang ada dalam kalimat

Contoh:

<?php

$email = ‘user@Contoh.com’;

$domain = strstr($email, ‘@’);

echo $domain; // prints @Contoh.com

?>

9. str_replace(string_kata_yang_dicari, string_pengganti, kalimat): mengganti kata yang cocok dengan yang dicari dalam kalimat

Contoh:

<?php

// Provides: <body text=’black’>

$bodytag = str_replace(“%body%”, “black”, “<body text=’%body%’>”);

// Provides: Hll Wrld f PHP

$vowels = array(“a”, “e”, “i”, “o”, “u”, “A”, “E”, “I”, “O”, “U”);

$onlyconsonants = str_replace($vowels, “”, “Hello World of PHP”);

// Provides: You should eat pizza, beer, and ice cream every day

$phrase = “You should eat fruits, vegetables, and fiber every day.”;

$healthy = array(“fruits”, “vegetables”, “fiber”);

$yummy = array(“pizza”, “beer”, “ice cream”);

$newphrase = str_replace($healthy, $yummy, $phrase);

?>

10. strip_tags(string, tag_yang_dibolehkan): menghapus semua tag html dalam sebuah kalimat.

Contoh

<?php

$text = ‘

<p>Test paragraph.</p>

<!– Comment –>

Other text’;

echo strip_tags($text);

echo “\n\n——-\n”;

// allow <p>

echo strip_tags($text, ‘<p>’);

?>

Outputnya:

Test paragraph.

Other text

——-

<p>Test paragraph.</p>

Other text

11. stripslashes(string): menghapus tanda backslash (\) dalam sebuah kalimat

Contoh:

<?php

$str = “Is your name O\’reilly?”;

// Outputs: Is your name O’reilly?

echo stripslashes($str);

?>

12.strlen(string): menghitung panjang kalimat

Contoh:

<?php

$str = ‘abcdef’;

echo strlen($str); // 6

$str = ‘ ab cd ‘;

echo strlen($str); // 7

?>

13. strtolower(string): membuat kalimat menjadi huruf kecil semua

Contoh:

<?php

$str = “Mary Had A Little Lamb and She LOVED It So”;

$str = strtolower($str);

echo $str; // Prints mary had a little lamb and she loved it so

?>

14. strtoupper(string): membuat kalimat menjadi huruf besar semua

Contoh:

<?php

$str = “Mary Had A Little Lamb and She LOVED It So”;

$str = strtoupper($str);

echo $str; // Prints MARY HAD A LITTLE LAMB AND SHE LOVED IT SO

?>

15. ucfirst(string): membuat awalan kalimat menjadi huruf kapital

Contoh:

<?php

$foo = ‘hello world!’;

$foo = ucfirst($foo); // Hello world!

$bar = ‘HELLO WORLD!’;

$bar = ucfirst($bar); // HELLO WORLD!

$bar = ucfirst(strtolower($bar)); // Hello world!

?>

16.ucwords(string): membuat semua awalan kata dalam kalimat menjadi huruf kapital

Contoh:

<?php

$foo = ‘hello world!’;

$foo = ucwords($foo); // Hello World!

$bar = ‘HELLO WORLD!’;

$bar = ucwords($bar); // HELLO WORLD!

$bar = ucwords(strtolower($bar)); // Hello World!

?>

17. wordwrap(string): menggulung kalimat sesuai dengan banyak karakter maksimum yang diperbolehkan dalam satu baris

Contoh:

<?php

$text = “The quick brown fox jumped over the lazy dog.”;

$newtext = wordwrap($text, 20, “<br />\n”);

echo $newtext;

?>

Outputnya:

The quick brown fox<br />

jumped over the lazy<br />

dog.

5.2 Fungsi Array

Fungsi ini berguna untuk memanipulasi atau menampilkan elemen array. Berikut fungsi-fungsi yang sering digunakan:

  1. array_key_exists(kata_kunci, array): mengembalikan nilai TRUE jika kata_kunci ada dalam array

Contoh:

<?php

$search_array = array(‘first’ => 1, ‘second’ => 4);

if (array_key_exists(‘first’, $search_array)) {

echo “The ‘first’ element is in the array”;

}

?>

2. array (string): membuat array baru

3. count(array): menghitung jumlah elemen yang ada dalam array

Contoh:

<?php

$a[0] = 1;

$a[1] = 3;

$a[2] = 5;

$result = count($a);

// $result == 3

$b[0] = 7;

$b[5] = 9;

$b[10] = 11;

$result = count($b);

// $result == 3;

?>

4. in_array(kata_yang_dicari, array): mencari kata_yang_dicari dalam array, jika ditemukan dikembalikan nilai TRUE

Contoh:

<?php

$os = array(“Mac”, “NT”, “Irix”, “Linux”);

if (in_array(“Irix”, $os)) {

echo “Got Irix”;

}

if (in_array(“mac”, $os)) {

echo “Got mac”;

}

?>

5. sizeof(array): sama dengan count()

6.sort(array): mengurutkan array

Contoh:

<?php

$fruits = array(“lemon”, “orange”, “banana”, “apple”);

sort($fruits);

reset($fruits);

while (list($key, $val) = each($fruits)) {

echo “fruits[” . $key . “] = ” . $val . “\n”;

}

?>

Output:

fruits[0] = apple

fruits[1] = banana

fruits[2] = lemon

fruits[3] = orange

5.3 Fungsi Variabel

Fungsi variabel adalah fungsi yang mencek atau memanipulasi variabel. Berikut fungsi yang sering digunakan:

  1. empty(variabel): mencek apakah variabel kosong atau tidak. Mengembalikan nilai TRUE jika kosong dan FALSE jika sebaliknya.

Contoh:

<?php

$var = 0;

// evaluasi menjadi benar karena $var kosong

if (empty($var)) {

echo ‘$var adalah 0, kosong, atau tidak terset sama sekali’;

}

?>

  1. isset(variabel): mencek apakah variabel terset atau tidak.

Contoh:

<?php

$var = ”;

if (isset($var)) {

echo “Variabel ini terset, jadi saya cetak.”;

}

  1. unset(variabel): menghapus variabel.

Contoh:

<?php

// menghapus satu variabel

unset($foo);

// menghapus satu elemen dari array

unset($bar[‘quux’]);

// menghapus lebih dari satu variabel

unset($foo1, $foo2, $foo3);

?>

5.3 Fungsi Tanggal dan Waktu

Sesuai dengan namanya, fungsi ini digunakan untuk memanipulasi tampilan tanggal dan jam. Berikut fungsi yang sering digunakan:

  1. date(format_tanggal): menampilkan tanggal sesuai dengan format yang diberikan. Format tanggal yang dipakai adalah sebagai berikut:

Format karakter

Penjelasan

Contoh hasil

a Huruf kecil Ante meridiem dan Post meridiem

am atau pm

A Huruf besar Ante meridiem dan Post meridiem

AM atau PM

B Waktu Internet

000 sampai 999

c ISO 8601 date (ditambahkan dalam PHP 5)

2004-02-12T15:19:21+00:00

d Hari sebulan, 2 digit dengan tambahan nol di depan

01 ke 31

D Nama hari, tiga karakter

Mon sampai Sun

F Nama bulan penuh

January sampai December

g Format 12-jam tanpa tambahan nol di depan

1 sampai 12

G Format 24-jam tanpa tambahan nol di depan

0 sampai 23

h Format 12-jam dengan tambahan nol di depan

01 sampai 12

H Format 24-jam dengan tambahan nol di depan

00 sampai 23

i Menit dengan tambahan nol di depan

00 to 59

I (kapital i)

Menentukan apakah tanggal berada dalam waktu daylights savings

1 jika Daylight Savings Time, 0 sebaliknya.

j Hari tanpa tambahan nol di depan

1 to 31

l (huruf kecil ‘L’)

Nama hari seminggu penuh

Sunday sampai Saturday

L Menentukan apakah tahun kabisat atau bukan

1 jika tahun kabisat, 0 sebaliknya.

m Nama bulan dengan tambahan nol di depan

01 sampai 12

M Nama bulan pendek, tiga karakter

Jan sampai Dec

n Nama bulan tanpa tambahan nol di depan

1 sampai 12

O Perbedaan dengan Greenwich time (GMT) dalam jam

Contoh: +0200

r Format tanggal sesuai RFC 2822

Contoh: Thu, 21 Dec 2000 16:01:07 +0200

s Detik dengan tambahan nol di depan

00 sampai 59

t Jumlah hari yang diberikan dalam satu bulan

28 sampai 31

T Zona waktu yang diberikan oleh mesin komputer

Contoh: EST, MDT …

U Detik sejak waktu Unix Epoch (January 1 1970 00:00:00 GMT)

Lihat juga time()

w Tampilan angkan dari hari seminggu

0 (untuk Sunday) sampai 6 (untuk Saturday)

Y Tampilan tahun penuh, 4 digit

Contoh: 1999 atau 2003

y Dua angka dari tahun

Contoh: 99 or 03

z Hari selama sebulan (mulai dari 0)

0 sampai 365

Contoh:

  1. <?php

// Anggap hari ini: March 10th, 2004, 5:16:18 pm

$today = date(“F j, Y, g:i a”); // March 10, 2001, 5:16 pm

$today = date(“m.d.y”); // 03.10.01

$today = date(“j, n, Y”); // 10, 3, 2001

$today = date(“Ymd”); // 20010310

$today = date(‘h-i-s, j-m-y, it is w Day z ‘); // 05-16-17, 10-03-01, 1631 1618 6 Fripm01

$today = date(‘\i\t \i\s \t\h\e jS \d\a\y.’); // It is the 10th day.

$today = date(“D M j G:i:s T Y”); // Sat Mar 10 15:16:08 MST 2001

$today = date(‘H:m:s \m \i\s\ \m\o\n\t\h’); // 17:03:17 m is month

$today = date(“H:i:s”); // 17:16:17

?>

3. microtime(): Menampilkan waktu UNIX dalam mikrodetik sejak Unix Epoch (January 1 1970 00:00:00 GMT)

4.time(): Menampilkan waktu UNIX dalam detik sejak Unix Epoch (January 1 1970 00:00:00 GMT)

5.4 Fungsi HTTP

Fungsi ini digunakan untuk memanipulasi output yang terkirim lewat HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Berikut fungsi yang sering digunakan:

  1. header (string): mengirim header HTTP.

Contoh:

Menampilkan error karena halaman tidak ditemukan:

<?php

header(“HTTP/1.0 404 Not Found”);

?>

Meredirect atau mengarahkan ke halaman lain:

<?php

header(“Location: http://www.example.com/&#8221;); /* Redirect browser */

exit;

?>

Skrip PHP biasanya mengeluarkan output berupa halaman dinamis dan terkadang disimpan oleh proxy server. Untuk memaksa agar halaman output skrip PHP tidak disimpan, gunakan skrip berikut:

<?php

// Date in the past

header(“Expires: Mon, 26 Jul 1997 05:00:00 GMT”);

// always modified

header(“Last-Modified: ” . gmdate(“D, d M Y H:i:s”) . ” GMT”);

// HTTP/1.1

header(“Cache-Control: no-store, no-cache, must-revalidate”);

header(“Cache-Control: post-check=0, pre-check=0”, false);

// HTTP/1.0

header(“Pragma: no-cache”);

?>

  1. Setcookie (string): mendefinisikan cookie yang akan dikirim bersama-sama dengan header HTTP. Tidak seperti header lainnya, cookie harus diset paling atas (keterbatasan protokol) skrip.

Contoh:

<?php

$value = ‘something from somewhere’;

setcookie(“TestCookie”, $value);

setcookie(“TestCookie”, $value, time()+3600); /* expire in 1 hour */

setcookie(“TestCookie”, $value, time()+3600, “/~rasmus/”, “.example.com”,

1);

?>

5.5 Fungsi Mail

Fungsi mail() digunakan untuk mengirim email. Contoh:

<?php

mail(“joecool@example.com”, “My Subject”, “Line 1\nLine 2\nLine 3”);

?>

atau yang lebih lengkap:

<?php

mail(“nobody@example.com”, “the subject”, $message,

“From: webmaster@{$_SERVER[‘SERVER_NAME’]}\r\n” .

“Reply-To: webmaster@{$_SERVER[‘SERVER_NAME’]}\r\n” .

“X-Mailer: PHP/” . phpversion());

?>

5.6 Fungsi Direktori

Fungsi ini digunakan untuk memanipulasi direktori. Berikut fungsi-fungsi yang sering digunakan:

1. opendir (nama_direktori): membuka direktori.

2. readdir (resource_dir): membaca isi direktori

3. closedir (resource_dir): menutup pembukaan direktori

Contoh:

<?php

$dir = “/tmp/”;

// Buka direktori

if (is_dir($dir)) {

if ($dh = opendir($dir)) {

while (($file = readdir($dh)) !== false) {

echo “filename: $file : filetype: ” . filetype($dir . $file) . “\n”;

}

closedir($dh);

}

}

?>

4. chdir (nama_direktori): pindah ke direktori tertentu

5. getcwd (): mengambil nama direktori.

Contoh:

<?php

// current directory

echo getcwd() . “\n”;

chdir(‘cvs’);

// current directory

echo getcwd() . “\n”;

?>

5.7 Fungsi Filesystem

Fungsi ini digunakan untuk memanipulasi file sistem. Berikut fungsi yang sering digunakan:

  1. basename (path): menampilkan nama file dari path yang diberikan.

Contoh:

<?php

$path = “/home/httpd/html/index.php”;

$file = basename($path); // $file is set to “index.php”

$file = basename($path, “.php”); // $file is set to “index”

?>

  1. copy (asal, tujuan): menyalin file.

Contoh:

<?php

if (!copy($file, $file.’.bak’)) {

echo “failed to copy $file…<br />\n”;

}

?>

3. fopen (nama_file): membuka file

4.fgets (file_handler, panjang karakter): mengambil karakter dari file

5. fclose (file_handler): menutup pembukaan file

Contoh:

<?php

$handle = fopen(“/tmp/inputfile.txt”, “r”);

while (!feof($handle)) {

$buffer = fgets($handle, 4096);

echo $buffer;

}

fclose($handle);

?>

  1. fwrite (file_handler, string, panjang_karakter): menulis string ke dalam file.

Contoh:

<?php

$filename = ‘test.txt’;

$somecontent = “Add this to the file\n”;

// Cek file ada atau tidak dan dapat ditulisi

if (is_writable($filename)) {

// pada contoh berikut file dibuka dengan mode append (ditambahkan)

if (!$handle = fopen($filename, ‘a’)) {

echo “Tidak dapat membuka file ($filename)”;

exit;

}

// Menulis $somecontent ke file.

If (!fwrite($handle, $somecontent)) {

echo “Tidak dapat menulis file ($filename)”;

exit;

}

echo “Sukses penulisan ($somecontent) ke file ($filename)”;

fclose($handle);

} else {

echo “File $filename tidak dapat ditulisi”;

}

?>

  1. filesize (nama_file): menampilkan ukuran file.

Contoh:

<?php

// outputs e.g. somefile.txt: 1024 bytes

$filename = ‘somefile.txt’;

echo $filename . ‘: ‘ . filesize($filename) . ‘ bytes’;

?>

8. filetype (nama_file): menentukan tipe file. Nilai keluaran yang mungkin adalah fifo, char, dir, block, link, file, dan unknown.

9. is_uploaded_file (nama_file): menentukan apakah file merupakan file upload atau bukan.

10. mkdir (nama_direktori): membuat direktori baru

11. move_uploaded_file (nama_file, direktori_tujuan): memindahkan file hasil upload ke tempat lain.

12. rename (file atau direktori): mengubah nama direktori atau file

13. rmdir (direktori): menghapus direktori

14.touch (file): membuat file kosong atau menset waktu akses file

15.unlink (file): menghapus file

5.4 Fungsi Eksekusi Program

Fungsi ini digunakan untuk menjalankan program yang biasa dijalnkan melalui shell. Berikut fungsi yang sering digunakan:

  1. exec (perintah): menjalankan perintah.

Contoh:

<?php

// menampilkan nama user

echo exec(‘whoami’);

?>

2.system (perintah, nilai_keluaran): menjalankan program dan memasukkan hasil keluaran pada variabel nilai_keluaran. Mengembalikan nilai keluaran jika sukses dan FALSE jika gagal.

Contoh:

<?php

echo ‘<pre>’;

// menampilkan semua hasil perintah “ls”, dan menyimpan hasilnya

// ke dalam variabel $retval.

$last_line = system(‘ls’, $retval);

// Cetak hasilnya

echo ‘

</pre>

<hr />Baris terakhir output: ‘ . $last_line . ‘

<hr />Nilai keluaran: ‘ . $retval;

?>

6. Bekerja dengan Form

Contoh 9: Form sederhana

<form action=”action.php” method=”POST”>

Nama Anda: <input type=”text” name=”name” />

Umur Anda: <input type=”text” name=”age” />

<input type=”submit”>

</form>

Contoh 10: Menampilkan data dari form contoh 9

Hai <?php echo $_POST[“name”]; ?>.

Umur kamu <?php echo $_POST[“age”]; ?> tahun.

Contoh hasil output:

Hai zayn. Umur kamu 26 tahun

7. Bekerja dengan Database MySQL

7.1 Koneksi ke Database MySQL

Untuk koneksi ke database, menggunakan fungsi-fungsi built-in PHP sebagai berikut:

*

mysql_connect (nama_host, nama_user, password_user) : melakukan koneksi ke server MySQL

*

mysql_pconnect (nama_host, nama_user, password_user) : melakukan koneksi tidak terputus ke server MySQL (persistent connection)

*

mysql_select_db (nama_database) : memilih database

*

mysql_query (perintah_SQL) : melakukan query ke server MySQL

*

mysql_fetch_rows (result_id) : mengambil baris per baris hasil query

*

mysql_fetch_array (result_id) : mengambil baris per baris hasil query dan menjadikannya sebagai array

*

mysql_fetch_object (result_id) : mengambil baris per baris hasil query sebagai object

*

mysql_free_result (result_id) : membersihkan hasil query dari memory server

*

mysql_close (link_id) : menutup koneksi

7.2 Membuat Aplikasi Buku Alamat Sederhana

Aplikasi buku alamat adalah contoh sederhana dari beberapa aplikasi web (web application). Contoh skrip berikut dapat dikembangkan atau dipakai untuk membuat aplikasi lain, seperti web log (atau disingkat blog), shoutbox!(semacam buku tamu), daftar koleksi barang, atau manajemen data pegawai dan sebagainya.

Contoh 11: Melakukan koneksi ke server kemudian menampilkan output data

Buat database latihan dan tabel alamat dengan perintah berikut:

mysql> CREATE DATABASE latihan

mysql> USE latihan

mysql> CREATE TABLE alamat (item_id INT NOT NULL AUTO_INCREMENT, nama VARCHAR(100) NOT NULL, email VARCHAR(100) NOT NULL, alamat VARCHAR(100) NOT NULL, telepon VARCHAR(20), PRIMARY KEY (item_id));

mysql> INSERT INTO alamat VALUES (0, ‘budi raharjo’, ‘erikgantengdanbaikhati@gmail.com’,’singa 21′, ‘55667788’);

mysql> INSERT INTO alamat VALUES (0, ‘m. zayn hamdan’, ‘zaynhamdan@yahoo.com’,’perintis kemerdekaan VII’, ‘587911’);

mysql> INSERT INTO alamat VALUES (0, ‘onno w purbo’, ‘onno@indo.net.id’,’batu 12′, ‘(021) 11223344’);

Buat skrip berikut dengan nama koneksi.php

<?php

$link = mysql_connect (“localhost”, “root”, “passwdKU”);

mysql_select_db (“latihan”);

$result = mysql_query (“SELECT * FROM alamat”);

// mengambil baris menggunakan mysql_fetch_row

while ($row = mysql_fetch_row ($result)) {

echo $row[1] . “ “ . $row[2] . “ “ . $row[3] . “ “ . $row[4];

}

// mengambil baris menggunakan mysql_fetch_array

while ($row = mysql_fetch_array ($result)) {

echo $row[‘nama’] . “ “ . $row[’email’] . “ “ . $row[‘alamat’] . “ “ . $row[‘telepon’];

}

// mengambil baris menggunakan mysql_fetch_object

while ($row = mysql_fetch_object ($result)) {

echo $row->nama . “ “ . $row->email . “ “ . $row->alamat . “ “ . $row->telepon;

}

mysql_free_result ($result);

mysql_close ()

?>

Bila ingin tampilan lebih rapi, buatkan tabel untuk menampilkan data

// awal sisipan

// mengambil baris menggunakan mysql_fetch_row

// buat header/judul tabel terlebih dahulu

echo “<table>

<tr>

<td align=center><b>Nama</b></td>

<td align=center><b>Alamat</b></td>

<td align=center><b>Email</b></td>

<td align=center><b>Telepon</b></td>

<td align=center colspan=2><b>Perintah</b></td>

</tr>”;

while ($row = mysql_fetch_row ($result)) {

echo “<tr>

<td>${row[1]}</td>

<td>${row[2]}</td>

<td>${row[3]}</td>

<td>${row[4]}</td>

<td><a href=edit.php?id=${row[0]}>Edit</a></td>

<td><a href=hapus.php?id=${row[0]}>Hapus</a></td>

</tr>”;

}

echo “</table>”;

// akhir sisipan

Contoh 12. Form sisip data

// sisip tag html, head dan body

<form action=sisip_data.php method=post>

<pre>

Nama : <input type=text name=nama size=40>

Email : <input type=text name=email size=40>

Alamat : <input type=text name=alamat size=40>

Telepon : <input type=text name=telepon>

<input type=submit name=Submit value=”Sisip data”> <input type=reset>

</pre>

</form>

// sisip tag penutup body dan html

Simpan dokumen html di atas dengan nama sisip_data.html, kemudian buat skrip untuk memproses data dari dokumen sisip_data.html, beri nama sisip_data.php

Contoh 13. Skrip untuk memproses data dari form lalu disisipkan ke dalam database

<?php

$link = mysql_connect (“localhost”, “root”, “passwdKU”)

or die (“Tidak bisa konek ke server MySQL!”);

mysql_select_db (“latihan”);

$data_nama = $_POST[‘nama’];

$data_email = $_POST[’email’];

$data_alamat = $_POST[‘alamat’];

$data_telepon = $_POST[‘telepon’];

mysql_query (“INSERT INTO alamat VALUES (0, ‘$data_nama’, ‘$data_email’, ‘$data_alamat’, ‘$data_telepon’);

echo “Data dengan nama $data_nama sudah tersisip ke dalam database. Klik <a href=sisip_data.html>di sini</a> untuk menyisip data kembali”;

?>

Contoh 14. Skrip untuk mengedit data

<?php

$link = mysql_connect (“localhost”, “root”, “passwdKU”)

or die (“Tidak bisa konek ke server MySQL!”);

mysql_select_db (“latihan”);

$item_id = $_GET[‘id’];

$result = mysql_query (“SELECT * FROM alamat WHERE item_id = ‘$item_id’”);

$row = mysql_fetch_array ($result);

echo “<form action=ubah_data.php method=post>

<input type=hidden name=item_id value=${row[‘item_id’]}>

<pre>

Nama : <input type=text name=nama size=40 value=\”${row[‘nama’]}\”>

Email : <input type=text name=email size=40 value=\”${row[’email’]}\”>

Alamat : <input type=text name=alamat size=40 value=\”${row[‘alamat’]}\”>

Telepon : <input type=text name=telepon value=\”${row[‘telepon’]}\”>

<input type=submit name=Edit value=”Simpan perubahan”> <input type=reset>

</pre>”;

?>

Bila diklik tombol “Simpan Perubahan” maka akan dijalankan skrip dibawah ini.

Contoh 15. Skrip simpan perubahan data

<?php

$link = mysql_connect (“localhost”, “root”, “passwdKU”)

or die (“Tidak bisa konek ke server MySQL!”);

mysql_select_db (“latihan”);

$item_id = $_POST[‘item_id’];

$data_nama = $_POST[‘nama’];

$data_email = $_POST[’email’];

$data_alamat = $_POST[‘alamat’];

$data_telepon = $_POST[‘telepon’];

mysql_query (“UPDATE alamat SET nama = ‘$data_nama’, email = ‘$data_email’, alamat = ‘$data_alamat’, telepon = ‘$data_telepon’ WHERE item_id = ‘$item_id’”);

echo “Perubahan telah disimpan. Klik <a href=index.php>di sini</a> untuk kembali ke indeks halaman”;

?>

Contoh 15. Skrip menghapus data

<?php

$link = mysql_connect (“localhost”, “root”, “passwdKU”)

or die (“Tidak bisa konek ke server MySQL!”);

mysql_select_db (“latihan”);

$item_id = $_GET[‘id’];

mysql_query (“DELETE FROM alamat WHERE item_id = ‘$item_id’”);

echo “Data sudah dihapus. Klik <a href=index.php>di sini</a> untuk kembali ke indeks halaman”;

?>

8. Session Management

Session digunakan untuk memudahkan variabel ditransfer dari satu skrip ke skrip lain. Session hanya berlaku sampai waktu tertentu. Jika user menutup browser, session akan berakhir pula atau jika session dihapus.

Contoh nyata dari session adalah membuat halaman yang diproteksi menggunakan password. Orang-orang tertentu saja yang diperbolehkan untuk masuk ke dalam halaman tertentu. Untuk itu, masing-masing halaman mengidentifikasi apakah user tersebut telah berhasil login atau terotentikasi (authenticated) dengan benar atau tidak.

contoh 16: Mendefinisikan session

<?php

session_start (); // fungsi ini wajib dijalankan untuk memulai session

// membuat session “logged” dan “nama_user”

$_SESSION[“logged”] = “yes”;

$_SESSION[“nama_user”] = “zayn”;

echo “Ini adalah halaman didefinisikannya session, berikut isi session:<br>”;

echo “\$_SESSION[\”logged\”] = “ . $_SESSION[“logged”];

echo “<br>”;

echo “\$_SESSION[\”nama_user\”] = “ . $_SESSION[“nama_user”];

echo “<p><a href=session2.php>Ke halaman berikutnya</a></p>”;

?>

Beri nama session1.php setelah itu buat skrip dengan nama session2.php

<?php

session_start ();

if (isset ($_SESSION[“logged”]) && isset ($_SESSION[“nama_user”])) {

echo “Anda diperbolehkan mengakses halaman ini”;

echo “<p><a href=logout.php>Logout</a></p>”;

} else {

echo “Anda tidak diperbolehkan mengakses halaman ini”;

}

?>

Buat skrip logout.php untuk menghapus session.

<?php

session_start ();

unset ($_SESSION[“logged”]);

unset ($_SESSION[“nama_user”]);

echo “Anda berhasil logout”;

?>

Selamat menikmati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s